Perlu dialog antardaerah

.

BALAIKOTA – Jumat,15 Januari 2010 - Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Erry Sadewo, mengakui, sulit mengatasi rob dan banjir di Kota Semarang. Menurutnya, penanggulan banjir memang mudah, jika masih dalam taraf penanganan secara teori yakni dengan adanya embung, saluran air yang memadai ataupun adanya bendungan.

’’Namun secara teknis, itu sangat sulit. Ditanggulangi seperti apapun, jika dearah tangkapan air sudah tak ada, air akan lari juga ke bawah yakni ke Semarang. Sekarang yang paling mendesak adalah bagaimana Pemkot, Pemkab Semarang dan Perhutani, bisa bekerja sama untuk mengurangi pembukaan lahan dan pembabatan hutan di kawasan atas itu,’’ ujarnya ketika dihubungi melalui telepon, pagi tadi.

Erry mengatakan, hampir setiap hari, sekian ratus pohon ditebang di daerah atas, seperti di Ungaran, Boja dan kawasan atas sekitarnya. Hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi di bawah, karena jika kawasan hulu terus dibabat pepohonannya, kawasan bawah yang akan kena imbasnya.

Karena itulah, Erry berharap, agar Pemkot segera merealisasikan kerja sama dan dialog antardaerah dan lintas intansi tersebut. Jika tidak segera dilakukan, dirinya tidak terlalu yakin, proyek Waduk Jatibarang dan sebagainya, tidak akan banyak membantu mengatasi banjir di kota ini.

0 comments

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :w: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :x: :y: :z: :aa: :bb: :cc: :dd: :ee: :ff: :gg: :hh: :ii: :jj: :kk: :ll: :mm:

Poskan Komentar